Awalnya Jadi Blogger yang Dibayar dan Jadi Endorser di Instagram



Saya nggak pernah menyangka kalau akun Instagram dan blog yang saya buat ini bisa ngasilin uang atau jadi seorang endorser layaknya selebgram atau influencer lainnya. Berangkat dari suka nulis apa pun di blog sejak 2009an dan gabung dengan komunitas Indonesian Hijab Blogger, saya pun kerap kali diundang pada beberapa event. Dalam event itu pun, saya akan menulis apa pun dan mempostingnya di Instagram, dan tergantung permintaan klien.


Awalnya, saya nggak dapat fee dari event tersebut, karena siapa lah saya, itu pun followers nggak banyak-banyak amat. Karena saya suka bertemu orang baru dan suka datang ke suatu event, jadi saya senang banget dan menyukai aktivitas baru ini. Jadi, kalau ada event apa pun, pasti saya dengan senang hati akan hadir.


Beruntungnya saat ikutan event itu, saya pasti akan bertemu dengan blogger dan influencer kece lainnya. Terus pulang-pulang dikasih goodie. Lamban laun, pengunjung di blog saya ini pun bertambah, banyak yang ninggalin komen di blog, dan DA/PA saya pun mengalami peningkatan. Kalau sudah angka DA/PA meningkat, klien mana pun juga akan melirik dan dengan senang hati seorang blogger bisa memberikan ratecard pada klien ini. Namun, sayang sekali prestasi saya belum sampai dilirik klien.
Saya mendapatkan fee dari menulis blog ini, justru ketika saya aktif melihat kesempatan di grup Facebook (bukan grup IHB) yang banyak sekali klien meminta seorang blogger untuk datang ke suatu event dan meminta dituliskan sesuai syarat-syarat dari si klien ini.


Sebenarnya jadi seorang Blogger hampir-hampir mirip dengan pekerjaan jurnalis. Bedanya, Blogger tanpa kode etik jurnalistik. Karena saya pun pernah meliput suatu event saat bekerja jadi seorang jurnalis untuk media online Pingpoint.co.id (nulis event royco). Saya pun merasakan perbedaan tulisan untuk blog dan untuk media. Di media pun ada banyak sekali jenis suatu tulisan dalam kaidah jurnalistik loh.


Terlepas dari seringnya ikut-ikutan event, di dalam sebuah Whatsapp Group Indonesian Hijab Blogger (IHB) pun saya banyak belajar mengenal dunia content creator (kalau boleh bangga, ada banyak influencer hijaber kece dalam satu grup WA ini loh).


Semenjak tahu dunia content creator, pekerjaan saya yang tadinya editor buku pun akhirnya terganti dengan menjadi seorang content writer. Kedua profesi itu memang tidak jauh berbeda sih, sama-sama dalam dunia menulis dan kreatif. Tapi, saya lebih ingin mendalami sebagai seorang content creator atau seorang content writer handal, karena akhirnya saya tahu yang saya ingini dan bakat dalam bidang itu. Kalau kamu belum subsc channel Youtube saya, subs yuk! Ini linknya Konten Masak nih  

Healing Banget Nontonin Hyori's Bed and Breakfast





Assalamualaikum, ahlan wa sahlan?

Akhirnya kesampaian juga lanjutin nonton reality show Hyori’s Bed and Breakfast Season 2. Kali ini yang jadi pegawainya si Yoon Ah SNSD. Dari awal debut SNSD, salah satu bias saya si Yoon Ah. Jadi, excited banget nontonnya.
Hyori’s Bed an Breakfast dibuka lagi di musim dingin alias bersalju di Jeju. Dari episode 1 salju udah mulai menyelimuti Jeju. Selama nonton, saya ikutan merasa kedinginan, dan ternyata sensasi dinginnya sampai ke bawa-bawa yang nonton (agak lebay sih, tapi cius). Di season ini pun ada tambahan tenda penghangat di musim dingin dan bak air panas. Seperti season sebelumnya, para tamu benar-benar dimanjakan dengan pelayanan si Tuan rumah. Latar belakang tamu pun dibuat beda dari season 1. Duh! Konsepnya benar-benar matang banget di reality show ini.

Dibandingkan dengan IU atau Jie Un, Yoon Ah lebih cepat membaur, ceria dan pecicilannya sama kayak Hyori. Yoon Ah juga ternyata jago banget soal ngurus rumah. Wah ini sih yang bikin saya terkejut dengan casing Yoon Ah yang kayaknya gak bisa apa-apa dan justru kebalikannya. Hyuri’s juga bilang gitu.
Saya ulas Hyori's Bed and Breakfast Season 1 juga di sini: Hyuri's Bed and Breakfast yang Ada IU

Yang bikin spesial di season 2 kali ini, Park Bo Gum datang sebagai pegawai tambahan dan hanya 3 hari aja bekerja buat gantiin Sang Soon yang pergi ke Seoul karena ada kerjaan di sana. Ngemeng-ngemeng soal Park Bo Gum, saya baru tahu dia di Reply 1988 dan pas doi di Hyori’s Bed and Breakfast saya jadi makin penasaran kayak apa aslinya doi. Yap, nontonin ini bakal tahu kayak apa aslinya. Kalau kamu udah nonton Reply 1988 dan nontonin Park Bo Gum di sana, beda banget sama aslinya. Dia nggak lemah! Saya juga kaget pas lihat Park Bo Gum yang semangat kerjanya. Orangnya penuh semangat, apalagi pas makan. Makan mulu nih cowok. Seimbang sih sama kerjanya: banyak makan, banyak kerja.

Dan, jeng jeng.. ada momen manis waktu sama Yoon Ah loh. Ah kamu harus nonton sih ini (tenang, gak saya bocorin di marih).





Paling seru saat semuanya main mafia dan warga kayak mirip main warewolf gitu lah. Ini episode terlucu sih menurut saya. Saya sampai ngikik sendiri lihatnya. Ah kamu cepetan buruan nonton.. !
Selama nonton Hyori’s Bed and Breakfast season 1 dan 2 ini, saya jadi senang sama couple Lee ini. Pasangan ini ternyata sama gilanya dan serunya. Sependapat sama salah satu komentar netizen, awalnya saya pikir Sang Soon beruntung dapetin Hyori yang cantik dan mantan penyanyi seksi pada zamannya. Eh pas nontonin kehidupan real mereka, kayaknya mereka sama-sama beruntung deh. Walau Sang Soon terlihat cuek dan nggak romantis, tapi terlihat dari sikapnya dia ke Hyuri (no drama).  Selain itu, selalu suka scene masak-masak untuk para tamu. Jadinya aku kan tahu menu makanan korea di sana (hehe).





Nontonin ini berasa healing, walau nggak seru, tapi nyaman banget nontonnya. Saya jadi semangat buat bersih-bersih rumah, masak, yoga, mau banyakin liburan juga (tapi pas pandemi ini kayaknya nggak bisa dulu), terus jadi mau sedikit berani ngomong bahasa inggris sama orang native speaker. Di Episode 12 ada tamu dari America yang nggak bisa ngomong bahasa korea, otomatis obrolannya sedikit lebih banyak pakai bahasa inggris kan, nah si Hyori ini juga nggak mahir-mahir amat pakai bahasa inggris tapi berani buat ajakin ngobrol sama tamunya (ya mau nggak mau harus bisa). Jadi trigger buat saya untuk berani ngobrol bahasa inggris walau nggak mahir-mahir amat. Buktinya, selama Hyori ajak ngobrol sama Jackson (tamunya dari America ini) nyambung-nyambung aja tuh dan nggak jadi masalah buat dia.

Dan saya juga suka momen saat pemberian hadiah dari para tamu, walau nggak mahal tapi means a lot buat mereka (Hyuri, Sang Soon, dan Yoon Ah) hadiahnya juga masih yang berhubungan dengan profesi atau latar belakang mereka. Kayak di season 1 aja, ada tamu seorang cheff  buatin selai buatannya sendiri atau ada nenek-nenek buatin arak beras. Manis banget kan? Ternyata hadiah kecil kayak gitu juga bikin senang seseorang ya? Gak musti mahal dan banyak.





Dan seperti biasa, abis nonton ini. Jadi mau H O L I D A Y.  Bener-bener healing deh nonton Hyori's Bed and Breakfast





The end_