Sehari Sebelum Tahun 2018 di Telaga Menjer







Hari keempat di Wonosobo, agenda jalan-jalan kami lanjutkan ke Telaga Menjer. Karena dekat, lagi-lagi kami berkendara menggunakan motor. Kali ini, kakak saya tidak menjanjikan lamanya perjalanan, ia sudah mewanti-wanti saya agar selalu iring-iringan, ok noted!

Alhamdulillah, cuaca kian mendukung jalan-jalan kami, di luar sana cukup cerah. Selama perjalanan menuju Dieng, padat kendaraan, tidak sepi seperti ketika saya nyetir ke Tanjung Sari. Sampai di kawasan PLTU Menjer, banyak tikungan yang menanjak dan pemandangan perbukitan Telaga Menjer sudah terlihat, Ma sya Allah indah bat! Dan hanya setengah jam perjalanan, kami pun sampai. Biaya masuk tiket per-orang hanya 3000, murah kan?








Sampai di tempat tujuan, terlihat telaga yang luas sekali: terlihat bukit-bukit yang hijau. Nyegerin mata banget! Kami turun dengan anak tangga yang lumayan banyak. Nggak ketinggalan buat foto-foto dong, karena di Telaga Menjer emang asik banget buat foto-foto dengan nuansa telaga yang indah. Puas foto-foto, kami pun memutuskan untuk muterin danau pakai perahu. Sayang banget kan, udah sampai Telaga Menjer datang jauh-jauh dari Ciledug pulak, terus nggak ngerasain naik perahu di Telaga Menjer. Dengan harga tawar yang berombongan 4 dewasa, 3 anak, dan satu anak tanggung (i’m not sure my causin being adult or child? Because she’s still 10 years old). Penyewaan perahu dengan harga 50.000 berhasil ditawar.




Di perahu itu tidak ada penumpang lainnya, berasa private boat euy! Muterin danau kalau cuman bengong sih percuma, apalagi kalau udah di perahu begini, bisa buat foto lagi dan Telaga Menjer memang instagramable lho. Tap-tap kamera di HP pun kian banyak dan menghasilkan foto-foto yang sungguh keren. Di sesi foto itu pun, kami berencana ke Floating tempat selfie yang mengapung di sana. Tapi, beda perahu kata masnya. Beda perahu, beda lagi biaya untuk menuju Floating. Ya padahal, jarak dari tepian ke spot selfie itu nggak terlalu jauh kok. 10.000 per orang Cuy, kalau mau ke sana. Waktu itu kakak ipar saya yang nego harga, biar tarif per-orang dijadikan rombongan saja. Dan, ya! Dengan berdelapan orang termasuk 3 bocil, biaya perahu 50.000. Padahal, kami keukeuh 40.000 tapi masnya yang menang.

Ketika kami sampai di Floating as selfie place, tak ada pengunjung lain. Untuk sementara, tempat itu kami yang kuasai. Pas sampai, saya langsung hajar foto-foto. Kakak dan tante saya langsung makan karena menahan lapar dari tadi. Di Floating, ada tempat lesehan untuk makan gitu deh. Tadinya juga ada beberapa warung, namun entah kenapa warungnya sudah terbengkalai.






Saat sudah mau menyebrang untuk kembali pulang, tiba-tiba hujan turun deras sekali. Untungnya tidak berlangsung lama, mana kami belum shalat zuhur. Setelah hujan mereda, dengan cepat kami menuntaskan rihlah kami di Telaga Menjer. Naik ke atas tangga oh sungguh menantang, jarak anak tangga cukup tinggi ternyata. Lalu ketika menuju pintu utama Telaga Menjer, hujan turun lagi. Kami lantas menedu di Musala sekalian shalat Zuhur di sana, sayangnya tempat wudhu tidak ada di Musala. Toilet berada di dekat loket, yang mana saya pun kudu lari-lari kecil untuk menghindari hujan turun dengan mesranya.

Hujan pun mereda, kami bersiap pulang. Di tengah perjalanan, kami melipir ke Tempat Bakso Melati lumayan ramai yang makan di sini. Emang paling yahud dah, kalau udah dingin-dingin makan bakso.

Alhamdulillah hujan turun di saat kami selesai berkunjung ke Telaga Menjer, seperti waktu di Tanjung Sari, hujan turun ketika kami sudah puas mlaku-mlaku di Tanjung Sari. 

2 komentar:

  1. MashaAllah.. Bagus yaa mbak ternyata Telaga Menjer ini aku baru tau ada kayak gini di Wonosobo, Indonesia emang kaya ya, ga perlu jauh jauh ke Swiss. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya alhamdulillah, banyak yg harus dieksplore di Indonesia :)

      Hapus