Ringankan Langkah ke Baitullah dengan Tabungan MyArafah dan MyPlan IB


Hari ini, tepat di tanggal 16 November 2018. Saya menghadiri event Maybank Syariah bersama teman-teman blogger yang mendapatkan undangan khusus pada acara tersebut. Alhamdulillah bisa hadir tepat waktu di Sumarecon Bekasi, walau jauh banget dari rumah di Ciledug tinggal naik KRL nggak akan terasa, tiba-tiba sampailah saya di Mall besar Sumarecon Bekasi, mungkin kalau nggak ada event ini saya nggak bakal tahu Sumarecon Mall Bekasi itu seperti apa. Ternyata nyaman tempatnya, luas. Event Maybank Syariah diadakan di Oval Atrium yang tidak susah saya temukan.




Setelah tiba di veneu, saya mengisi registrasi peserta. Dan duduk manis di tempat sampai acara tiba. Tidak tepat pukul 16.00 seperti yang dijadwalkan, acara baru dimulai pukul 16. 30 kurang lebih. Ya, saya hampir satu jam rupanya nunggu duduk manis di veneu. Tak apa, justru terbayarkan dengan apa yang saya simak saat narasumber mulai bercakap di depan. Dan kedua narasumber tersebut sama sekali tidak saya kenal, walau belum kenal di awal, host memperkenalkan satu-satu narasumber yang terdiri dari Bu Susan Emir, seorang ibu yang terlihat masih muda, cantik, dan super aktif ini ternyata memiliki berbagai usaha yang dikelolanya. Saya patut mengacungkan jempol pada ibu ini, dalam hati (one day, saya mau seperti beliau yang masih produktif mengendalikan usaha).



Dan, narasumber kedua bernama Pak Romi Efendi, beliau inilah yang akan menjelaskan secara detailnya isi acara dari Maybank Syariah.
Acara dimulai dari host yang membuka acaranya dengan nampak hidup dan semangat. Lalu Bu Susan mulai menceritakan tentang usahanya yang berjalan dengan dibantu oleh pihak Bank, yaitu Maybank. Atas ikhtiar dalam usaha meminjam dana dari Maybank inilah, usaha Bu Susan semakin lancar. 

Bu Susan juga mempercayai Maybank sebagai investasinya untuk berangkat haji dan umrah loh. Lalu Pak Romi menjelaskan lebih rinci tentang dua jenis buku tabungan yang ditawarkan, yaitu Tabungan MyArafah dan MyPlan IB. Apa itu Tabungan MyArafah dan Tabungan MyPlan IB?
Mau tahu.. ini dia.

Tabungan MyArafah adalah sebuah tabungan yang memudahkan nasabahnya yang berniat untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Dan hanya dengan uang 100.000 rupiah, nasabah bisa mulai menabung untuk niat yang mulia tersebut.
Rencanakan Haji & Umrah sejak dini dengan menabung rutin mulai Rp100 ribu setiap bulan atau buka Tabungan MyArafah dengan setoran Rp25 juta PASTI dapat porsi Haji.

Jadi, minimal 100.000 saja, kalian sudah bisa mempersiapkan ibadah haji dan umrah dengan tabungan MyArafah dan MyPlan IB. Seperti tagline-nya: Ringankan Langkah ke Baitullah.  

Keuntungannya apa lagi?

Tabungan MyArafah dikelola berdasarkan prinsip Syariah dengan beberpa kelebihan, yaitu:

  1. Bebas biaya administrasi.
  2. Setoran awal ringan mulai dari Rp 100.000 atauu USD10
  3. Pembukaan tabungan dan pendaftaran porsi haji dapat dilakukan di seluruh jaringan kantor cabang Maybank Indonesia.
  4. -Pastikan mendapatkan porsi haji melalui sistem komputerisasi Haji Terpau (SISKOHAT) dari Kementrian Agama Republik Indonesia (untuk setoran pembukaan biaya porsi pendaftaran sebesar Rp 25 juta). -Pastikan mendapatkan bagi hasil yang kompeten. 
  5. 5.  Fasilitas M2U memudahkanmu mengetahui jumlah dana yang sudah             terkumpul untuk pelunasan dana haji.
  6. 6. Tabungan MyArafah dilengkapi dengan Kartu ATM/Debit berlogo               Mastercard dengan teknologi chip sehingga lebih aman dan terhindar dari     terjadinya  skimming atau penyalinan data di kartu magnetik.  

Banyak banget kan keuntungan dan manfaatnya. Udah nggak sabar ya mau buru-buru buka Tabungan MyArafah? Ya sudah, kalau sudah nggak sabar, nih saya kasih tahu persyaratan pembukaan Tabungan MyArafah:

-Mengisi formulir pembukaan MyArafah
-Fotokopi KTP/Kartu Identitas lain yang berlaku
-Berusia 17 tahun.

Nah, buat kamu yang ingin berangkat umrah, di Maybank juga ada tabungan sejenis Tabungan MyArafah, yaitu Tabungan MyPlan IB. Ada keuntungan apa saja di MyPlan IB Umrah?

  1. Bebas biaya administrasi
  2. Bagi hasil yang menguntungkan
  3. Gratis asuransi jiwa syariah dan kecelakaan diri
  4. Dapat menggunakan Travel Umrah rekanan/nonrekanan Maybank sesuai yang diinginkan.
  5. Pada saat jatuh tempo, dana dapat langsung di transfer ke rekening sumber / rekening Travel Umrah rekanan Maybank yang kamu pilih.
Tabungan ini memudahkan kamu untuk niat suci tersebut karena terdapat fasilitas autodebet yang akan memindahkan dana setoran bulanan dari rekening sumber (bisa menggunakan Tabungan MyArafah) ke rekening MyPlan IB dan perkembangan dana dapat dikontrol melalui laporan bulanan yang dikirim ke alamat tinggal atau email pribadi. 

Apa saja syarat untuk membuka Tabungan MyPlan IB Umrah?
  1. Mengisi formulir pembukaan MyPlan IB
  2. Fotokopi KTP/Kartu Identitas lain yang berlaku
  3. Berusia 17-55 tahun
  4. Membuka / memiliki rekening lain di Maybank sebagai rekening sumber.
Sampai sini, apa kah masih ada keraguan lagi untuk sekadar membuka tabungan di MyArafah atau MyPlan IB? Ya, kalau masih ada yang kurang jelas, kamu bisa mendapatkan informasinya lengkap di www.maybank.co.id/MyArafah 
Jangan sungkan untuk bertanya ya.


Event yang saya hadiri dengan sesi terkakhir dibuka dengan beberapa pertanyaan. Dan beberapa peserta antusias sekali bertanya. Yang lebih happy-nya lagi nih, Bu Susan yang baik hati, memberikan modal awal tabungan MyArafah untuk dua orang peserta yang dapat menjawab pertanyaannya. Maa syaa Allah, nggak nyesel emang datang ke event Maybank Syariah ini.




Main-main ke Kampung Main Cipulir



Liburan anak sekolah di Ciledug enaknya ke mana? Itulah yang saya pikirkan, saat keponakan saya ada di Ciledug. Nggak ingin pergi jauh, untuk mencari tempat hangout bareng family di Ciledug ada amatlah banyak pilihannya. Hehe yakin? Yakinn.. apalagi udah ada tempat liburan yang hampir semua usia bisa menikmatinya di sini, di Kampung Main Cipulir. Sudah pernah dengar dari semenjak awal buka, tapi belum kesampaian ke sana dan berpikir: ini tempat main di Cipulir mananya?




Lalu, ketika liburan yang sangat mendesak ini. Saya pun akhirnya googling untuk melihat fasilitas dan harga tiket masuk. Ok, nggak terlalu mahal. Dan beberapa hari kemudian. Kami pun berangkat. Keponakan ikut, adik, dan kakak ngikut, emak juga ikut. Pergi di hari sabtu sekitar pukul 10.00 (kesiangan sih, tapi tak apalah).  Mencari Kampung Main Cipulir via google maps, ternyata salah arah pemirsa, kami mentok di gang kecil. Nanya seseorang, katanya juga ada beberapa orang yang nyasar nyari Kampung Main Cipulir di sini.

Mengandalkan petunjuk orang yang ditanya, tak jauh dari tempat kami nyasar, sampailah di Kampung Main Cipulir. Kamu jangan kaget ya, kalau tempatnya di ujung dan nyempil gitu (di area perumahan). Sepanjang jalan menuju pintu masuk, kang jajan banyak. Ahh apa aja jadi mau dibeli. Harga tiket masuk perorang bayar 7000 Rupiah belum termasuk fasilitas permainan lainnya ya. Karena, di Kampung Main Cipulir ini, ada tempat renang, panahan, kudaan, odong-odong, outbond yang kudu kamu bayar lagi kalau mau main.







Piknik bareng keluarga emang asik sih, bawa bekal dan makan lesehan. Nyari tempat yang gratisan, beruntungnya kami dapat tempat yang adem lah. Selesai makan bareng, saya shalat. Ada musalanya: adem gengs! Lalu saya menemani keponakan saya yang ingin naik kuda, bayar 10.000 per anak cukup murah bukan?

Buat kamu yang banci foto. Di Kampung Main Cipulir juga ada tempat yang asik buat cekrek-cekrek nih. Ada jembatan unyu, rumah betawi, papan kupu-kupuan. Mayan kan ya, buat nambahin galeri foto di HP (wkwk). Keponakan saya berenang, harga tiket masuk 30.000 Rupiah per orang. Sambil menunggu keponakan berenang, saya pun berkeliling Kampung Main Cipulir.




Kebetulan di hari yang sama, ada perlombaan suara burung. Kali pertama nih, saya tahu perlombaan suara burung yang diadu dengan burung peserta lainnya. Sangat disayangkan, para peserta yang ikut lomba, ternyata lomba merokok juga (dalam artian tidak sebenarnya) asap-asap rokok mengembang di udara. Kami pun akhirnya berpindah tempat. Selesai para keponakan berenang, saya mengajak main ponakan yang masih kecil ke beberapa tempat area bermain anak. Lumayan tersedia banyak dan berfungsi dengan cukup baik.



Setelah keponakan puas bermain di Kampung Main Cipulir, kami pun kembali pulang. Menurut saya, tempat tersebut memang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Jadi, buat kamu yang tinggal di Ciledug dan sekitarnya tak perlu bingung lagi cari-cari tempat liburan bareng keluarga deh, tinggal datang saja ke Kampung Main Cipulir, kamu dan keluarga akan menikmati keseruannya!


Mengintip Perkampungan a la Eropa di Devoyage Bogor





Kali ini Devoyage Bogor menjadi sasaran perjalanan saya. Devoyage yang mengusung tema perkampungan a la Eropa ini menjadi tempat paling hits di Bogor, lagi kekinian karena tempatnya yang instagramable.
Yuk, intip perkampungan Eropa di Devoyage Bogor!

Naik apa ke devoyage?

Mau ke Devoyage dari Stasiun Bogor

Saya bersama Nurul dan Mbak Tree janjian di Stasiun Bogor pukul 11.00 WIB. Because i’m come from Ciledug. Jadi, mulai pukul 08.00 WIB saya sudah otw. Pukul 11.40 WIB saya baru sampai di Stasiun Bogor (untung nggak dijitak Mbak Tree dan Nurul). Dari Stasiun, saya order angkutan online tinggal set aja deh, tempat tujuan “devoyage” Nanti langsung ada deh tuh namanya. 

Harganya hanya 46.000 yang bisa kami share ongkosnya bertiga (lumayan kan, bisa irit). Kami menunggu di Bank BJB setelah melewati jembatan penyebrangan dan melalui pagar yang panjang itu. Cukup lama menunggu angkutan online, 10 menit kemudian, baru kami dijemput pas di depan Bank BJBnya.

TIPS: Buat kamu yang tidak membawa kendaraan pribadi, angkutan online adalah salah satu pilihan kendaraan ternyaman yang bisa mengantarmu langsung ke tempat tujuan. Untuk angkutan umum lainnya, sepertinya agak susah dijangkau deh.

Devoyage itu di mana?


Devoyage berada dekat sekali dengan The Jungle dan berada persis di depan Hotel Aston Bogor yang masih dalam satu wilayah perumahan Bogor Nirwana Residence.

Harga tiket masuk dan jam buka


Harga tiket masuk untuk hari biasa dikenakan biaya 25.000 Rupiah, sedangkan untuk hari libur atau sabtu dan minggu dikenakan biaya 35.000 Rupiah dengan selisih harga 10.000 Rupiah. Kami kaget melihat tiket masuknya yang hanya selembar kertas bagaikan belanja di mini market. Jadi satu tiket untuk rame-rame gitu ceritanya. Untuk waktu bukanya, Devoyage mulai dibuka pada pukul 10.00  WIB sampai pukul 18.00 WIB pada hari biasa dan pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB pada hari libur.

Ada pemeriksaan tas?



Setelah membeli tiket, saat mau masuk ke dalam, ada petugas menyuruh kami agar tas diperiksa lebih dulu. Lebih tepatnya bukan diperiksa sih, karena emang nggak ada pemeriksaan. Jadi, kalau kamu ngerasa membawa makanan atau minuman dari luar, harus menyerahkannya ke tempat penitipan. Karena kalau mau makan atau minum sudah ada di dalam Devoyage. Saya pun masih mikir, kenapa nggak boleh bawa? Apa karena biar pada beli di dalam? Atau bisa jadi agar menjaga ketertiban kebersihan, takut ada yang gelar piknik di Devoge, mungkin? 

Suasana di Devoyage


Kami tiba di Devoyage, Bogor pukul 12.15 WIB. Beihh.. memang lagi panas-panasnya. Pohon di sekitar Devoyage masih belum banyak dan daunnya belum ada yang lebat. Jadi panasnya berasa nonjok. Kami langsung disuguhkan perkampungan a la Eropa. Walau belum pernah ke sana, tapi kayak di sana. Hahaha. Awal masuk yang paling terlihat adalah replika menara Eiffelnya. Nah, di posisi awal ini nih, kamu bisa foto menara Eiffelnya.

Nggak jauh dari pintu masuk, ada musala dan kami langsung shalat Zuhur. Walau cuacanya panas, air di Bogor sejuk. Pas ngambil air wudhu, berasa adem banget dah. Sayang sekali, tempat shalat untuk akhwatnya teramat mini. Padahal pengunjung di Devoyage lumayan padat. Apalagi kami datang di waktu libur kerja.

Tips: Jika kamu datang pada siang hari, kamu perlu membawa kacamata atau pun topi untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari. Karena kita perlu jalan dan berkeliling untuk foto-foto di sana. Dan jangan lupa pakai sunscreen atau sunblock agar kulit tubuhmu terlindungi dari radiasi bahaya paparan sinar matahari di siang bolong.

Eksplore spot foto



Dengan mengusung konsep: Holiday, Selfie & Foodies, kamu bisa berliburan sambil selfie dan makan-makan di  Devoyage Bogor. Karena berkonsep selfie,  di dalam Devoyage menghadirkan berbagai spot menarik yang bisa kamu temui untuk foto-foto nih: ada kincir angin a la Belanda, telepon umum a  la London, replika menara Eiffel dan berbagai gaya bangunan rumah khas Eropa. Dan yang membuat kesannya indah, ada berbagai jenis bunga tanaman dengan warna-warna cerah. Buat kamu yang banci foto, Devoyage adalah pilihan yang tepat. Kamu nggak akan kecewa, karena ada 150 spot foto di dalamnya. Seneng kan lo?     





Fasilitas:
  • Musala yang nggak jauh dari pintu masuk
  • Toilet untuk umum
  • Kedai makanan/minuman
  • Macam-macam bentuk permainan yang mengeluarkan biaya lagi, seperti gondola versi venesia, komidi putar untuk anak balita, dan beberapa permainan menarik yang bisa kamu coba di Devoyage.

Selesai berkeliling Devoyage, pukul 14.00 WIB kami melanjutkan perjalanan untuk kuliner di Bogor. Yap, kami tidak mencoba makan di dalam Devoyage, hanya pesan teh leci dengan harga 17.000 Rupiah.    




Begitulah cerita perjalanan saya waktu di Devoyage Bogor, buat kamu yang sedang bingung mencari tempat liburan di Bogor, saya sarankan untuk datang ke Devoyage. Selamat berliburan...  

Fakta-fakta Menarik Seputar Asian Games 2018 yang Terjadi pada Atlet Indonesia




Kemeriahan tentang Asian Games 2018 ini, memang tidak ada habisnya. Semua orang membicarakannya, dan mengandalkan para atlet jagoan Indonesia untuk memenangkan medali emas tiap pertandingannya.

Alhamdulillah, Indonesia dapat meraih prestasi gemilang dalam Asian Games 2018. Berikut, ada 6 fakta menarik seputar Asian Games yang terjadi di negeri kita, Indonesia.

Hari pertama memperoleh medali emas


source: IG @kemenpora

Pada hari pertama, tepatnya tanggal 19 Agustus 2018. Medali emas diraih oleh Defia Rosmaniar dari cabang olaharaga Taekwondo. Defia Rosmaniar berhasil mengalahkan lawannya yang berasal dari Iran, Marjan Salahshouri pada nomor final poomsae individu putri.  

Cabang olahraga panahan dalam sejarah, kali pertama masuk babak final dalam Asian Games


source: IG @kemenpora

Panahan tunggal putri Indonesia tercatat dalam sejarah, kali pertama pada Asian Games 2018, masuk ke babak final yang diwakili oleh Diananda Choirunisa. Walau hanya mendapatkan medali perak, namun pemanah kita, Diananda yang masih berusia 21 tahun berhasil tampil dalam nomor recurve women individual Asian Games.  

Perolehan medali emas terbanyak untuk Indonesia diraih cabang olahraga pencak silat


source: IG @kemenpora

Cabang olahraga Pencak Silat berhasil mengumpulkan medali emas terbanyak untuk Indonesia. Sudah ada 14 medali emas yang diraih oleh para atlet Pencak Silat.
Terdapat 2 atlet pasangan kekasih dan suami-istri yang mendapatkan medali di Asian Games



source: IG @kemenpora

Terdapat pasangan suami istri dan kekasih atlet asal Indonesia yang sama-sama berjuang dalam Asian  Games 2018 ini. Ada sepasang kekasih atlet wushu yang sama-sama mendapatkan medali: Lindswell Kwok mendapatkan medali emas dan Achmad Hulaefi mendapatkan medali perunggu.

Ada Iqbal Chandra dan Sarah Tria Monita yang baru menikah, beberapa bulan sebelum Asian Games dilaksanakan. Dan demi berjuang di Asian Games, akhirnya pasangan ini pun sama-sama mendapatkan medali emas. Selain pasangan yang mendapatkan medali, ada beberapa pasangan lagi yang sama-sama berlomba dalam Asian Games 2018.


source: IG @kemenpora

Rekor! Atlet termuda dalam Asian Games pada pertandingan skateboard


source: IG @kemenpora

Indonesia patut berbangga memiliki atlet termuda yang meraih medali perunggu dalam Asian Games 2018 bernama Bunga Nyimas. Dan Bunga tercatat sebagai rekor atlet termuda yang mendapatkan medali dalam cabang olahraga skateboard.  Usianya masih 12 tahun, loh.

Selebrasi Jonathan dengan membuka bajunya


source: IG @kemenpora

Pada cabang olahraga Badminton, memang tidak diragukan lagi kehebatan atlet Indonesia. Kali ini, badminton tunggal putra diwakili oleh Jonathan Chistie berhasil mengalahkan atlet asal Taiwan, Chou Tien dengan skor 11-8 pada babak Final. Saat kemenangannya, Jonathan lagi-lagi membuka bajun sehingga menjadi obrolan hangat kaum hawa dan mendapatkan trending topik di Twitter.  

Pengalaman Nonton Pertandingan Asian Games di GBK








Sejak Asian Games dimulai, yaitu tepatnya pada tanggal 18 Agustus 2018 untuk Opening Ceremony. Saya berharap bisa datang dan menyaksikan pertandingan olahraga Asian Games secara langsung. Namun, karena faktor tidak ada teman yang bisa diajak, jadilah saya bingung. Sampai tiba hari ini, secara random dan dadakan. Saya membawa teman bermain, Ulfa untuk ikut datang dan menyaksikan pertandingan final badminton yang dilaksanakan di GBK.

Sebelumnya saya sudah ajakin Ulfa buat nonton Asian Games dengan pertandingan apa saja yang penting bisa nonton langsung ke sana. Singkat cerita, finally, saya dan Ulfa kesampaian juga datang ke Gelora Bung Karno (GBK).

Final badminton hari ini (tanggal 28 Agustus 2018) memang sangat ditunggu oleh para pecinta olahraga badminton. Memang, dari dulu Cabang Olahraga ini pun patut diacungkan jempol, yap, sejak zaman Susi Susanti hingga hari ini, jagoan kita, badminton tunggal putra, Jonathan Christie maju ke babak final. Tiket badminton pun sudah habis terjual lewat online. Dan, apesnya lagi, tiket dijual hanya lewat online. Jadi, kami tidak dapat menonton langsung di tribun.

Tiket masuk Asian Games 2018

Pertandingan dimulai sejak pukul 12.00 WIB, dan kami baru sampai di GBK sekitar pukul 12.30 WIB harga tiket masuk dikenakan biaya, 10.000 lalu tiketnya dipasangkan di tangan. Sesampainya di sana, kami buru-buru nonton lewat layar besar yang sudah terlewat set pertama, dan sedang bertanding pada set kedua. Ramai penonton yang hadir, dan pada waktu tersebut matahari sedang tidak bersahabat, panas banget!



Untungnya udah prepare bawa payung, tapi tetap saja kepanasan. Walau panas, semangat dan jiwa-jiwa kami untuk ikut serta dalam memeriahkan pertandingan tidak surut. Malah semakin banyak yang datang setelah kami sampai. Saat perpindahan set ketiga, saya dan ulfa sempat berpindah tempat untuk menonton pertandingan badminton, disuruh pindah lebih tepatnya.

Duduk di bawah dan lagi panas-panasanya

Yang di tempat sebelumnya kami berdiri panas-panasan, dan sekarang duduk panas-panasan. Pertandingan tunggal antara Jo dan lawannya dari Taipei, Tienchen Chou sangatlah seru! Cakeplah Jho mainnya, tampangnya juga cakep. (hahaha) banyak dari kami yang seseruan, teriak-teriak Indonesia.. Indonesia! Sampai saya yang kepanasan pun bergumam, cepat Jho cepat mainnya, kami kepanasan.

Dan, Jho luar biasa! Berhasil memberikan dahaga kepada penonton yang dengan rela menonton panas-panasan. Saat Jho menghabisi lawannya dengan 21-15, keriuhan pun terjadi besar-besaran. Yap! terutama pas Jojo memberikan selebrasi dengan membuka bajunya itu loh, yang bikin nggak tahan kaum hawa.



Pertandingan tunggal pun tuntas. Tinggal pertandingan ganda Indonesia lawan Indonesia. Pada pukul 14.20. Yeaah, patut berbanggalah kita dengan beberapa atlet yang bisa membawa medali emas. Indonesia JUARA! Indonesia BISA!
Setelah nonton, kami shalat di Musala tidak jauh dari tempat kami menonton. Setelah shalat, nyari makan dan foto-foto! Ada beberapa stan makanan yang menggunakan pembayaran mesin. Jadilah kami top-up E-Money dulu sebelum membeli Kebab Wagen yang dijual di zona Bhin-Bhin.

waktu nonton pertandingan final badminton ganda putra 




Setelah makan, kenyang. Kami melanjutkan untuk menonton sebentar pertandingan All final ganda putra. Tak segereget melawan negara lain seperti pada final tunggal putra badminton tadi. Saya dan Ulfa menghabiskan waktu di GBK untuk cekrak-cekrek. Dan, pulang dengan membawa momen keseruan menonton bareng di GBK. Walau panas-panasan, tak menyesal karena membawa kemenangan untuk Indonesia tercinta.


Banyak gerai makanan

Foto di zona Bhin-Bhin (panggung hiburan dan gerai makanan)